CubesPedia: Wasekjen PBNU : Tidak Benar Nonton Drama Korea Kafir

CubesPedia

Tribunsantri.com menyajikan berita terhangat yang meliputi isu politik, hukum, peristiwa , dunia islam, pesantren dan lain-lain

Wasekjen PBNU : Tidak Benar Nonton Drama Korea Kafir

by noreply@blogger.com (Tribunsantri.com) on Tuesday 10 September 2019 12:17 PM UTC+00 | Tags: nahdlatul-ulama
Wasekjen PBNU : Tidak Benar Nonton Drama Korea Kafir

Tribunsantri.com - Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masduki Baidlowi mengatakan menonton drama Korea tidak lantas serta-merta menjadi kafir. Ini berbeda dengan pandangan Ustaz Abdul Somad (UAS) yang mengatakan sebaliknya.

"Tidak benar menonton drama Korea kemudian menjadi kafir. Nonton kok kafir. Gimana? Nonton drama Korea kan sama saja nonton di bioskop," ujar Masduki melalui sambungan telepon kepada Tagar, Selasa siang, 10 September 2019.

"Tidak semudah itulah orang bisa begitu saja kafir, tidak kafir. Tidak ada ajaran dalam Islam untuk mudah mengkafirkan. Itu dilarang oleh Nabi," lanjut Masduki.

Masduki menyampaikan hal tersebut saat dimintai tanggapan tentang pernyataan Ustaz Abdul Somad (UAS) yang mengatakan nonton drama Korea itu kafir.

Sebelumnya, Ustaz Abdul Somad menjadi bahan perbincangan publik karena menyebut kafir penonton drama Korea dalam video ceramah yang viral di internet.

Dalam ceramahnya tersebut, UAS mendapat pertanyaan bagaimana hukum Islam bagi penggemar film Korea.

Pendakwah lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir itu menjawab tegas bahwa orang-orang Korea yang dimaksud bisa jadi adalah orang-orang kafir yang tidak dekat dengan ajaran Islam, termasuk berkhitan dan mandi wajib.

Ia kemudian menegaskan bahwa umat Islam sebaiknya tidak menggemari orang-orang kafir, lantaran bisa mengganggu keimanan di akhir hayat.

"Orang Korea ini kafir, tidak bersunat, tidak mandi wajib. Jangan suka kepada orang kafir. Siapa yang suka kepada orang kafir, maka dia bagian dari kafir itu, condong hatinya kepada orang kafir," ujar UAS dalam video ceramah itu.

"Jangan lagi ditonton itu sinetron-sinetron Korea. (me)rusak. Nanti waktu sakaratul maut, datang dia beramai-ramai. Apa yang selalu kita tengok, apa yang selalu kita dengar, itulah yang akan datang saat kita sakaratul maut," kata Ustaz Abdul Somad. 

Tagar
Tags:
  • nahdlatul-ulama
You received this email because you set up a subscription at Feedrabbit. This email was sent to you at gemapediaa@gmail.com. Unsubscribe or change your subscription.