CubesPedia: Terkait Papua, Ini Pernyataan Sikap GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, GAMKI, dan Pemuda Katolik

CubesPedia

Tribunsantri.com menyajikan berita terhangat yang meliputi isu politik, hukum, peristiwa , dunia islam, pesantren dan lain-lain

Terkait Papua, Ini Pernyataan Sikap GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, GAMKI, dan Pemuda Katolik

by noreply@blogger.com (Tribunsantri.com) on Monday 02 September 2019 04:59 AM UTC+00 | Tags: nasional
Terkait Papua, Ini Pernyataan Sikap GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, GAMKI, dan Pemuda Katolik

Tribunsantri.com – Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Pemuda Muhammadiyah, GAMKI, dan Pemuda Katolik membuat pernyataan sikap tentang kondisi Papua.

Pernyataan sikap ini pun dibuat pada Sabtu (31/08/2019) bersama Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Umum DPP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto, Ketua Umum DPP Pemuda Katolik, Karolin Margret Natasa, dan Ketua Umum DPP GAMKI, Willem Wandik.

Berdasarkan rilis yang diterima Tribunpontianak.co.id, pernyataan sikap ini dibuat karena keadaan kurang kondusif yang terjadi pada beberapa kota di Papua dan Papua Barat beberapa hari belakangan ini menggugah rasa solidaritas sebagai sesama anak bangsa. 

Persoalan Papua, harus diselesaikan secara komprehensif melalui pendekatan dialog yang mengedepankan asas kemanusiaan dan penegakan hukum yang seadil-adilnya. 
Untuk itu berikut beberapa point pernyataan sikap DPP GAMKI, PP Pemuda Katolik, PP GP Ansor, dan DPP Pemuda Muhammadiyah :

1. Meminta kepada setiap komponen masyarakat Papua melalui tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, dan pemerintah daerah, untuk dapat saling menenangkan diri dan tidak terprovokasi oleh isu apapun, karena proses hukum terkait diskriminasi rasial terhadap mahasiswa Papua di Surabaya sedang berjalan.

2. Meminta kepada setiap komponen masyarakat Indonesia di manapun berada agar tidak menyebarkan konten-konten negatif yang dapat memanaskan situasi di Papua, Papua Barat, maupun di tempat lainnya. 

3. Mendesak pemerintah mengungkap dan mengusut tuntas semua pelaku tindakan diskriminasi rasial terhadap mahasiswa Papua di Surabaya (pelaku maupun aktor intelektual), serta memberikan hukuman yang tegas kepada para pelaku, baik dari pihak aparat maupun organisasi masyarakat, dan proses hukumnya dilakukan dengan transparan.

4. Meminta pemerintah melakukan pendekatan dialog dan bukan militeristik dalam penyelesaian persoalan di Papua. Sekaligus juga menyelesaikan persoalan HAM yg selama ini telah terjadi di Papua sebagai bentuk keseriusan pemerintah membangun rasa keadilan dan kesetaraan sesama anak bangsa.

5. Menyerukan kepada pemerintah agar dibentuk Unit Kerja Khusus yang terdiri dari unsur lembaga pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan perwakilan organisasi kepemudaan yang bertanggungjawab melakukan pendampingan kepada siswa dan mahasiswa Papua yang melanjutkan studi di luar Papua.

6. Meminta kepada pengurus daerah dan cabang GAMKI, Pemuda Katolik, GP Ansor, dan Pemuda Muhammadiyah di Papua dan Papua Barat untuk dapat saling berkoordinasi dengan semua stakeholder di daerah serta membangun dialog dan doa bersama agar kedamaian dapat terwujud kembali di tengah masyarakat Papua dan Papua Barat. 

Tribunpontianak
Tags:
  • nasional
You received this email because you set up a subscription at Feedrabbit. This email was sent to you at gemapediaa@gmail.com. Unsubscribe or change your subscription.