CubesPedia: Tepis Isu UU Pesantren Atur Sekolah Minggu, DPR : Belum Baca Jangan Sebar Hoax

CubesPedia

Tribunsantri.com menyajikan berita terhangat yang meliputi isu politik, hukum, peristiwa , dunia islam, pesantren dan lain-lain

Tepis Isu UU Pesantren Atur Sekolah Minggu, DPR : Belum Baca Jangan Sebar Hoax

by noreply@blogger.com (Tribunsantri.com) on Saturday 28 September 2019 02:08 AM UTC+00 | Tags: nasional
Tepis Isu UU Pesantren Atur Sekolah Minggu, DPR : Belum Baca Jangan Sebar Hoax

Tribunsantri.com - Rancangan Undang-Undang Pesantren resmi menjadi Undang-Undang setelah disahkan oleh DPR.

Namun setelah pengesahan, di media sosial muncul isu-isu yang menyebut aturan ini juga mencakup ketentuan jumlah peserta Sekolah Minggu. 

Seperti dilihat di media sosial Twitter, Rabu (25/9/2019), muncul thread atau utas dari seorang pengguna yang menyebut kalau UU Pesantren turut mengatur agama lain. Sambil menyertakan gambar 'Pasal 69' di cuitannya, si pengguna Twitter mengaku heran tentang ketentuan minimal peserta Katekisasi dan Sekolah Minggu.

Cuitan tersebut kemudian ramai dibahas dan mendapat tanggapan, salah satunya dari politikus PSI Dara Nasution. Dia menjelaskan bahwa UU Pesantren hanya memuat 55 pasal, tidak sampai 69 dan pasal-pasal pendidikan agama lain telah dihapuskan. Dicek hari ini, cuitan dari pengguna Twitter itu kini tak bisa diakses lagi.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily menegaskan UU Pesantren tidak mengatur Sekolah Minggu atau semacamnya. UU Pesantren hanya fokus mengatur tentang pesantren.

"Di dalam UU Pesantren tidak diatur tentang lembaga pendidikan pesantren seperti Sekolah Minggu, katekisasi atau semacamnya," sebut Ace.

"Kami bersepakat untuk menghapus lembaga pendidikan keagamaan di luar pesantren. Jadi, UU Pesantren ini sepenuhnya mengatur tentang pesantren," tegas dia.

Draf UU Pesantren yang disahkan DPR memang hanya berisi 55 pasal. Ace mengingatkan masyarakat agar tidak asal bicara jika belum membaca.

"Sebaiknya, bagi pihak-pihak yang belum membaca UU Pesantren secara utuh jangan memberikan komentar. Jangan menebar hoax," pesan Ace.

Untuk diketahui, ketika masih berupa rancangan, UU Pesantren pada awalnya berjudul RUU Pesantren dan Pendidikan Agama. 

Sumber : Detik
Tags:
  • nasional
You received this email because you set up a subscription at Feedrabbit. This email was sent to you at gemapediaa@gmail.com. Unsubscribe or change your subscription.