CubesPedia: GP Ansor dan Banser Waspadai Munculnya Atribut Ormas Terlarang

CubesPedia

Tribunsantri.com menyajikan berita terhangat yang meliputi isu politik, hukum, peristiwa , dunia islam, pesantren dan lain-lain

GP Ansor dan Banser Waspadai Munculnya Atribut Ormas Terlarang

by noreply@blogger.com (Tribunsantri.com) on Thursday 05 September 2019 02:04 AM UTC+00 | Tags: hti nahdlatul-ulama
GP Ansor dan Banser Waspadai Munculnya Atribut Organisasi Terlarang

Tribunsantri.com - GP Ansor Majalengka menyesalkan munculnya kembali simbol-simbol organisasi yang sudah dinyatakan terlarang oleh Pemerintah pada beragam momentum yang dilakukan di Kabupaten Majalengka termasuk baru-baru ini saat gelaran peringatan Tahun Baru Islam. 

Menurut keterangan Ketua PC GP Ansor Majalengka, Ahmad Cece Ashfiyadi, hal itu akan menganggu  keamanan dan ketertiban kehidupan beragama dalam bingkai NKRI. Karenanya pihak GP Ansor akan berupaya melakukan pengawasan dan meminta pemerintah untuk bersikap terhadap organisasi yang membawa atribut yang biasanya dibawa oleh organisasi yang sudah dinyatakan dilarang tersebut. 

"Atas munculnya simbol-simbol organisasi terlarang ini kami Ansor akan langsung bereaksi. Karena memang Ansor akan tetap konsen mengawal dan memantau pergerakan organisasi-organisasi atau kelompok yang mencoba mengganggu kenyamanan, keamanan dan ketertiban kehidupan beragama dalam bingkai NKRI tercinta ini", ungkap Cece, usai memimpin rapat dengan seluruh pengurus Ansor dan Banser membahas perihal tersebut, Rabu 4 September 2019 di Pondok Pesantren Mambaul Huda, Desa Cisambeng, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka.

Disampaikannya, Gerakan Pemuda Ansor akan ikut mengawasi munculnya gerakan-gerakan apa pun bentuknya yang mencoba merongrong NKRI. Juga mengawasi organisasi yang mengubah nama namun atributnya sama seperti organisasi terlarang. 

"Dalam bersikap kami tetap mengedepankan persuasif dan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintahan dan aparat keamanan untuk mengatasi masih adanya simpatisan ataupun oknum yang mencoba membangkitkan munculnya ormas yang nyata-nyata sudah dilarang oleh negara. Ansor menyerahkan kepada pemerintah dan aparak keamanan untuk menyikapi dan mengambil tindakan nyata," kata Cece. 

Harus diwaspadai

Khususnya di Majalengka yang kemarin terang-terangan adanya pawai peringatan tahun baru hijriyah dengan membawa simbol-simbol terlarang, pemerintah dan aparat keamanan sebaiknya segera disikapi dengan serius.

"Yang kami dengar kegiatan tersebut malah mendapatkan pengamanan dan kawalan dari aparat keamanan", tambah Cece yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Bukhori Sumberjaya ini. 

Cece berharap kondisi Majalengka harus tetap terasa damai dan aman sehingga kelompok-kelompok yang sudah jelas-jelas anti NKRI dan Pancasila ini harus terus diwaspadai dan mendapatkan perhatian serius dari semua pihak agar tidak kecolongan lagi adanya warga Majalengka yang terlibat aksi-aksi radikalisme ataupun terorisme.

"Mari kita sama-sama awasi dan terus waspada jangan sampai terlena dengan simbol apapun yang kelihatannya bisa membuai kita semua tapi pada akhirnya akan menimbulkan keresahan. Jangan sampailah kita masyarakat Majalengka tercoreng kembali dan dirugikan lagi dengan adanya warga yang terlibat radikalisme terlebih lagi terorisme. Apalagi Majalengka sudah punya sejarah seperti itu," harap Cece.

Kini  Ansor dan Banser se wilayah Majalengka tetap konsen terlibat aktif dengan masyarakat menebar islam rahmatan lil alamin dan nilai kebangsaan yang utuh  terhadap NKRI.

PikiranRakyat
Tags:
  • hti
  • nahdlatul-ulama
You received this email because you set up a subscription at Feedrabbit. This email was sent to you at gemapediaa@gmail.com. Unsubscribe or change your subscription.