CubesPedia: Beredar Video Tolak Pelantikan Jokowi, Netizen Bilang, "Provokator yang Mau Rusak Konstitusi"

CubesPedia

Tribunsantri.com menyajikan berita terhangat yang meliputi isu politik, hukum, peristiwa , dunia islam, pesantren dan lain-lain

Beredar Video Tolak Pelantikan Jokowi, Netizen Bilang, "Provokator yang Mau Rusak Konstitusi"

by noreply@blogger.com (Tribunsantri.com) on Sunday 01 September 2019 06:35 AM UTC+00 | Tags: peristiwa
Beredar Video Tolak Pelantikan Jokowi, Netizen Bilang,

Tribunsantri.com -Dunia maya dihebohkan dengan beredarnya video tolak pelantikan Jokowi sebagai presiden. Hal tersebut disebut oleh sang orator yang identitasnya belum diketahui tengah berdiri di atas mobil di depan pagar Gedung DPR/MPR, Jakarta.

Sang orator mengatakan ketidakhadiran Jokowi di tengah kemelut yang sedang terjadi di Papua dan Papua Barat memperlihatkan ketidakmampuannya menangani sebuah persoalan.

Maka dari itu, jalan keluar untuk mengatasi persoalan di Papua adalah dengan menolak pelantikan Jokowi yang dinyatakan menang dalam Pilpres 2019.

"Ketika rakyat Papua berada dalam situasi disintegrasi bangsa, Jokowi tidak mampu memperlihatkan kewibawaan dia, kearifan dia sebagai Presiden Republik Indonesia.  Oleh karena itu, yang paling harus kita lakukan, jangan terprovokasi kemana-mana, ini pesan rakyat yang saya terima tadi, tolak pelantikan Jokowi. Bangsa selamat," ujarnya sambil memegangin spanduk "Tolak Pelantikan Jokowi".

Hal tersebut ditanggapi ramai oleh netizen. Berikut beberapa komentar netizen yang Jitunews pantau dia artikel "Video Tolak Pelantikan Jokowi Sudah Beredar Luas" yang tayang di Babe (31/8).

Zulham, Tangkap aja, provokator yang mau merusak konstitusi yang sudah disepakati dalam bernegara.

Op Alisha Manroe, Kalau tidak ngerti Undang-undang, keluar saja kau dari NKRI ini.

Totopangarso, Pendemo bayaran, ngapain pula.

Jitunews
Tags:
  • peristiwa
You received this email because you set up a subscription at Feedrabbit. This email was sent to you at gemapediaa@gmail.com. Unsubscribe or change your subscription.