CubesPedia: 200 Orang Ditangkap, Sebagian Bukan Mahasiswa dan Ada yang Dibayar

CubesPedia

Tribunsantri.com menyajikan berita terhangat yang meliputi isu politik, hukum, peristiwa , dunia islam, pesantren dan lain-lain

200 Orang Ditangkap, Sebagian Bukan Mahasiswa dan Ada yang Dibayar

by noreply@blogger.com (Tribunsantri.com) on Friday 27 September 2019 03:42 AM UTC+00 | Tags: peristiwa
200 Orang Ditangkap, Sebagian Bukan Mahasiswa dan Ada yang Dibayar

Tribunsantri.com Jajaran kepolisian berhasil menangkap sekitar 200 orang terkait demo mahasiswa yang berujung kericuhan di DPR pada Selasa (24/9/2019). 


Hal itu dikatakan oleh Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian saat konferensi pers di Kemenko Polhukam, Kamis (26/9/2019). Tito menyebut sebagian dari mereka yang ditangkap bukan mahasiswa atau pelejar.


"Kita sudah menangkap di Polda Metro Jaya 200 (orang), di antaranya bawa molotov, bukan mahasiswa (yang membawa molotov)," jelas Tito.


Polisi menembakan water canon ke arah demo mahasiswa di depan gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Selasa (24/9/2019). 


Menurut Tito, orang-orang yang ditangkap itu sebagian masyarakat umum yang tidak tahu tujuan ikut demo. Bahkan, kata Tito, beberapa di antaranya mendapat bayaran.


"Sebagian di antaranya bukan mahasiswa, bukan pelajar. Mereka masyarakat umum yang ketika ditanya juga untuk apa aksinya, enggak mengerti isinya. Tidak paham RUU apa, enggak mengerti. Bahkan ada juga yang mereka dapat bayaran," terangnya.


Massa mahasiswa memblokade jalan tol dalam kota dalam kericuhan saat unjuk rasa di depan kompleks Parlemen di Jakarta. 


Tito menjelaskan, demo yang dilakukan mahasiswa awalnya memang bertujuan untuk menyampaikan aspirasi. Namun, kata Tito, aksi itu berujung kericuhan, sehingga perlu dilakukan tindakan tegas.


"Kita lihat aksi demo yang semula mengutarakan aspirasi berubah jadi cara-cara anarkistis yang melanggar prinsip hukum demokrasi negara ini. Tentu kita bertindak tegas," kata Tito.


"Sehingga Bapak Menkopolhukam (Wiranto) meminta kita semua merapatkan barisan, terutama TNI-Polri dan jajaran lainnya, dalam rangka menghadapi aksi-aksi anarkistis, pelanggaran hukum, karena di mana pun juga aksi pelanggaran hukum, apalagi menutup jalan tol, itu merugikan masyarakat semua," jelasnya.


Sumber : Kumparan
Tags:
  • peristiwa
You received this email because you set up a subscription at Feedrabbit. This email was sent to you at gemapediaa@gmail.com. Unsubscribe or change your subscription.