CubesPedia: Siap-siap, Medsos Bakal Diblokir Lagi Saat Sidang Perdana Sengketa Pilpres di

CubesPedia

Tribunsantri.com menyajikan berita terhangat yang meliputi isu politik, hukum, peristiwa , dunia islam, pesantren dan lain-lain

Siap-siap, Medsos Bakal Diblokir Lagi Saat Sidang Perdana Sengketa Pilpres di

by noreply@blogger.com (Tribunsantri.com) on Thursday 13 June 2019 01:19 AM UTC+00 | Tags: peristiwa
Siap-siap, Medsos Bakal Diblokir Lagi Saat Sidang Perdana Sengketa Pilpres di

Tribunsantri.com - Para pengguna media sosial harus kembali bersiap tak bisa memanfaatkan fasilitas dan layanan media sosial pada saat sidang perdana sengketa Pilpres 2019 pada Jumat 14 Juni mendatang.

Pasalnya, Kementerian Komunikasi dan Informastika bisa saja sewaktu-waktu memblokir media sosial jika memang diperlukan.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara memastikan penggunaan media sosial bakal lancar di hari tersebut.

Menurut dia, penyebaran hoaks saat ini jauh berkurang dibanding saat pengumuman pemenang Pemilu 2019 pada 21 hingga 22 Mei lalu.

"Waktu tanggal 22 itu, hoaks yang beredar banyak. URL (Uniform Resource Locator) artinya kanal yang dipakai penyeberan juga banyak," kata dia di acara pisah sambut anggota Dewan Pers di Jakarta Pusat, Rabu (12/6) malam.

Tindakan itu kemudian berlanjut dengan take down ratusan laman web yang dinilai 'melebihi batas'.

"URL-nya itu ada 600-700 per hari yang kami takedown pada 23 Mei. Lalu pada 24 Mei itu 200 URL. Karenanya kan dinormalkan," katanya.

"Sekarang sih alhamdulillah masih ada hoaks, karena hoaks itu kan enggak pernah hilang tapi URL-nya yang dipakainya sudah di level 100," beber Rudiantara.

Sehingga dia memastikan, pada proses sidang MK penggunaan media sosial tetap normal.
Akan tetapi, apabila nantinya terjadi peningkatan penyebaran hoaks yang siginifikan, bukan tak mungkin pembatasan kembali dilakukan.

"Nanti kalau naik lagi ya kami lihat. Ya saya sih berharapnya tidak sih," ujarnya.

Karena itu, pihaknya mengingatkan kepada masyarakat agar tak ikut-ikutan menyebarkan hoaks.

"Masyarakat juga ini menjadi tanggung jawab dunia media sosial tidak mengunakan sebagai alat menghasut ya," tandas Rudiantara. [Pojoksatu]
Tags:
  • peristiwa
You received this email because you set up a subscription at Feedrabbit. This email was sent to you at gemapediaa@gmail.com. Unsubscribe or change your subscription.