CubesPedia: Polisi Pelajari Video Rahmat Baequni yang Sebut Petugas KPPS Diracun

CubesPedia

Tribunsantri.com menyajikan berita terhangat yang meliputi isu politik, hukum, peristiwa , dunia islam, pesantren dan lain-lain

Polisi Pelajari Video Rahmat Baequni yang Sebut Petugas KPPS Diracun

by noreply@blogger.com (Tribunsantri.com) on Tuesday 18 June 2019 01:04 PM UTC+00 | Tags: peristiwa
Polisi Pelajari Video Rahmat Baequni yang Sebut Petugas KPPS Diracun

Tribunsantri.com - Beredar video Ustaz Rahmat Baequni dalam sebuah ceramah menyebut anggota KPPS meninggal karena diracun. Bahkan Baequni mengklaim temuan tersebut didukung hasil uji laboratorium.

Video tersebut beredar luas di twitter dengan durasi 02.08 menit. Tidak diketahui pasti lokasi Baequni menyampaikan ceramahnya.

Merespons hal itu, Kasubdit II Siber Bareskrim Polri Kombes Ricyknaldo Chairul mengatakan, polisi akan menyelidiki muatan pernyataaan Baequni.

"Sudah dibuat laporan infonya. Sedang dianalisa tim hukum," kata Rickynaldo kepada seperti dilansir kumparan, Selasa (18/6).

Pernyataan Baequni bertentangan dengan hasil temuan di lapangan, penyebab umum anggota KPPS meninggal karena sakit. Hal itu juga diperkuat oleh Kemenkes.


Sebelumnya Menteri Kesehatan Nila Moeloek telah membuat surat edaran kepada seluruh dinas kesehatan untuk mengaudit secara medis penyebab banyak KPPS meninggal dunia.

Dari identifikasi sementara yang dilakukan, Nila Moeloek menyebut ada sejumlah penyebab yang membuat gugurnya para petugas KPPS tersebut. Beberapa di antaranya karena kecelakaan hingga penyakit yang dialami.

"Kematian ini 51 persen disebabkan oleh penyakit kardiovaskular atau jantung, termasuk di dalamnya ada stroke, termasuk infat atau sudden death," kata Nila usai menghadiri diskusi di KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/5).

"Kalau ditambah dengan hipertensi, yaitu 53 persen. Jadi hipertensi ini yang emergency juga bisa menyebabkan kematian. Kita masukkan ke dalam kardiovaskuler," jelasnya.

Setelah itu, penyebab lainnya juga diakibatkan oleh gangguan pernafasan yang disebabkan penyakit asma. Sementara, untuk kasus kecelakaan, Nila menyebut terjadi sekitar 9 persen saja.

"Kematian tertinggi juga disebabkan oleh gagal pernafasan atau respiratori, kemudian bisa disebabkan asma. Ketiga disebabkan kecelakaan sebesar 9 persen. Ada gagal ginjal, diabetes melitus dan penyakit liver," jelasnya.

Nila memperkirakan penyebab meninggal itu secara umum terkait dengan penyakit sebelumnya yang dimiliki KPPS. Faktor lain penyebab kematian adalah beban kerja yang berat sebagai petugas KPPS. Mereka harus menghitung dan merekap suara hingga lewat tengah malam, dan tidak boleh dijeda sesuai aturan. [Kumparan]
Tags:
  • peristiwa
You received this email because you set up a subscription at Feedrabbit. This email was sent to you at gemapediaa@gmail.com. Unsubscribe or change your subscription.