CubesPedia: Mahfud Md : Menyesatkan Jika Agama dijadikan Senjata Peopole Power

CubesPedia

Tribunsantri.com menyajikan berita terhangat yang meliputi isu politik, hukum, peristiwa , dunia islam, pesantren dan lain-lain

Mahfud Md : Menyesatkan Jika Agama dijadikan Senjata Peopole Power

by noreply@blogger.com (Tribunsantri.com) on Tuesday 04 June 2019 06:55 AM UTC+00 | Tags: nasional
Mahfud Md : Menyesatkan Jika Agama dijadikan Senjata Peopole Power

Tribunsantri.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menduga ada sejumlah pihak yang kerap memanfaatkan kepentingan kelompok dengan membawa isu agama. Padahal, tindakan membawa agama dalam berbagai gerakan termasuk isu mengenai people power pada 21 dan 22 Mei lalu merupakan tindakan yang sesat dan tidak dibenarkan.

"Menurut saya menyesatkan jika agama dijadikan people power seakan akan memperjuangkan agama padahal seharusnya tidak seperti itu. Kalau diangkat ke tema agama, itu justru mudah memancing emosi dan itulah yang harus dihindarai," kata Mahfud, Selasa (4/6/2019).

Praktisi hukum itu juga menegaskan, dugaan  yang menyebutkan bahwa polisi sudah bertindak dalam menangani aksi kerusuhan lalu dianggap sudah dalam kadar yang sesuai dan proporsional. Meski, pada dasarnya hukum di pengadilan yang akan menentukan benar atau salah tindakan penanganan para pelaku kerusuhan sehingga berujung pada meninggalnya 8 orang.

"Yang pasti polisi itu harus bertindak. Kalau ada yang mau menjarah masa polisi tidak bertindak karena polisi harus pro aktif," ucap dia

Dia menambahkan, dalam pemahamannya, demokrasi dan hukum harus berjalan selaras dan tidak bisa terus menerus memaksakan kehendak. 

"Sebab jika masing masing pihak memaksakan kebenaran, sistem demokrasi serta ideologi pancasila sama saja sia sia. Buat apa kita ribut ribut terus tidak ada untungnya. Silahkan kembalikan kepada ranah hukum untuk menyelesaikannya," urai Mahfud. [Okz]
Tags:
  • nasional
You received this email because you set up a subscription at Feedrabbit. This email was sent to you at gemapediaa@gmail.com. Unsubscribe or change your subscription.