CubesPedia: Buktikan Kecurangan Pilpres, Prabowo Sodorkan Link Berita Peresmian MRT

CubesPedia

Tribunsantri.com menyajikan berita terhangat yang meliputi isu politik, hukum, peristiwa , dunia islam, pesantren dan lain-lain

Buktikan Kecurangan Pilpres, Prabowo Sodorkan Link Berita Peresmian MRT

by noreply@blogger.com (Tribunsantri.com) on Sunday 26 May 2019 11:21 AM UTC+00 | Tags: politik
Buktikan Kecurangan Pilpres, Prabowo Sodorkan Link Berita Peresmian MRT

Tribunsantri.com - Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggugat hasil Pilpres 2019 yang memenangkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Selisih suara keduanya mencapai 16,9 juta suara. Prabowo-Sandi menyebut Pilpres penuh kecurangan yang terstruktur, sistematis dan massif (TSM). Apa buktinya?

Salah satu argumen adanya kecurangan yang TSM, adalah penyalahgunaan APBN dan program pemerintah. Salah satu bukti yang disodorkan adalah link berita sebuah media online pada 24 Maret 2019 dengan judul 'Peresmian MRT, Agenda Publik yang Jadi Ajang Politik'.

"Dengan dikeluarkannya berbagai kebijakan tersebut, dengan support dari APBN, sekilas itu adalah program pemerintah biasa. Namun jika ditelaah lebih jauh, maka akan terlihat program-program itu dari segi momentum dan kebiasannya atau rutinitasnya, adalah merupakan bentuk strategi pemenangan Pasangan Calon 01," demikian bunyi gugatan yang dikutip detikcom, Minggu (26/5/2019).

Selain itu, juga dimasukkan sejumlah link berita lainnya seperti:

1. Bukti P-45
Bukti link berita tanggal 11 Maret 2019 dengan judul 'Jokowi Menjanjikan Naikkan Gaji PNS dan Pensiunan'

2. Bukti P-43
Bukti link berita tanggal 7 Desember 2018, dengan judul 'Gaji PNS akan Dinaikkan Mulai April, Januari, Maret Dirapel'.

3. Bukti P-41
Bukti link berita tanggal 1 Maret 2019 dengan judul 'THR PNS 2019 akan Cair Lebih Cepat

"Meskipun akan diargumenkan anggaran demikian memang digunakan untuk program pemerintah, sebenarnya akan tidak sulit membuktikan bahwa itu adalah bentuk vote buying yang dilakukan Pasangan Calon 01, melalui posisinya yang juga adalah Presiden Petahana. Lebih jauh, money politik yang demikian, nyata-nyata dilarang dalam Pasal 286 ayat 1 UU Pemilu," ujarnya. [Detik]
Tags:
  • politik
You received this email because you set up a subscription at Feedrabbit. This email was sent to you at gemapediaa@gmail.com. Unsubscribe or change your subscription.